Langsung ke konten utama

Postingan

Does your friend actually live near you?

Half of people feel proud of themselves just beacuse they have a lot of friends. They think that 'their friends' can fill their daily life with joyness. Half people call their friends as their family, or maybe more priority than their family. They think that their friends are same as treasure. You call them as your best listener, best motivator, best advicer, etc. Do you ever think that 'your friends' actually live near you? i don't mean to talk about where're your friends live, but i talk about where're your friends when you're really need them? Do you ever feel that your friends just take an advantage of your kindness? or just take a benefit when they're near you? maybe now, you don't feel it, but maybe later when they have 'a new target who can give a lot of benefits'. I think your friends are the greatest hider of their beast side. Yup, some of you won't be know that 'some of your fellows' are just take a benefit from you....

#PecintaSajak5 : Revolusi Mental

Tangerang Selatan, Sabtu, 23 Desember 2017 Pk. 09.57 WIB Hidup manusia terikat ruang dan waktu Waktu yang terus melangkah maju dan ruang sebagai saksi bisu. Dalam konteks kehidupan manusia Perkembangan dan perubahan pasti ada Mulai dari aspek sosial-budaya bahkan nilai dan norma. Inilah tradisi dunia Yang semakin keras tampaknya   Hingga tercipta sosialisasi yang tak sempurna karena kurang pendidikan norma dan komunikasi yang tak semestinya Hingga mempengaruhi tiap kepribadian agar terlepas dari zona aturan. Karakter, tak dinilai dari tingkat kecerdasan bahkan tingkat kasta tiap keturunan Orang cerdas tak terbatas jumlahnya Orang berkarakter cukup langka kehadirannya Tak hanya teknologi dan sumber daya pendidikan moral pun juga langka nyatanya Selain itu, kesenjangan sosial akibat penyimpangan perilaku sosial Karena perilaku yang saling merendahkan dan tingkat ekonomi yang diperdebatkan Padahal kita pun sebatas tanah di mata Tuhan. Tiap negara but...

#PecintaSajak4 : Diam

South Tangerang, Sabtu, 23 Desember 2017 Pk. 01.00 WIB Terkadang, manusia perlu sendiri Menangis tanpa berhenti bahkan menyakiti diri sendiri Entah apa yang ada di benak Mungkin hanya garis seperti semak Yang tak beraturan dan banyak Entah beban apa yang dirasakan hingga menyeretnya ke dalam kesendirian Yang kini dirasakan adalah mati rasa Sampai lupa bagaimana cara bahagia Kehilangan sudah menjadi tradisi Bahkan para aktor pendukung cerita Beranjak pergi entah ke mana Saat ini, aku hanya butuh catatan Yang siap sedia menjadi kawan Menjadi penyimpan segala kenangan Menjadi penyimpan rahasia teraman Tak lupa disampaikan, Terimakasih telah hadir Walau tak sempurna di akhir. Sincerely, Pavita Rara

#PecintaSajak3 : Fantasi Terindah

Apa kabar, keadaan? Disini tak ada perubahan Waktu tak jenuh berjalan seiring pergantian bulan Tapi ada satu hal yang tertahan suatu kebimbangan di sebuah perasaan Raga ini tetap Watak ini tetap tapi hati tak menetap Mata tak tau kepada siapa ia menatap dan hati tak tau kemana ia harus menetap Mungkin sedang jenuh atau juga sedang mengeluh dengan hal-hal yang tampak datar tanpa keindahan yang berlatar Pikiran ini tertuju pada orang lampau yang menjadi dalang di masa lalu Ia yang mampu membukakan mata bahwa hidup itu beraneka suka dan duka Ia menanam beribu cerita di balik pohon dan memberi sejuta tawa ketika hujan Bagiku, ia adalah fantasi yang menyenangkan Kisah kasih lampau ku sangat nikmat untuk didengar Walaupun terlalu lampau untuk didengar Kenangan itu mampu mengukir sebuah cerita dengan beraneka warna Hati tahu dimana tempat asalnya Hati tahu siapa tuan rumahnya Semakin sering ia mencari Semakin mudah ia kembali ...

#PencintaSajak 2

I P A by : Rara Ratusan rumus kucoba yang ku temukan tak ada Ku tatap kertas itu depan mata yang kulihat hanya gambar dan angka Tak peduli tegak dan maya maupun massa dan daya Ah, aku rindu tiga bagi tiga bukan kecepatan bagi lamda maupun volume bagi massa Wah nampak kawanku disana Kulihat tertulis bulan disana perlahan batinku membaca Pandangku berganti menjadi nanar Seakan tak ada yang masuk di ingatan yang kuingat hanya ukiran kenangan yang ku bisikkan pada kawanku, bulan bukan tentang posisi purnama saat gerhana Beribu kali ku tatap jam dinding Tak sabar akan bel berdering Hanya pensil dan penghapus yang setia menemani ku sampai ujung derita Hamba hanya mampu perbanyak doa Berharap kepada Yang Maha Esa tuk' kabulkan doa umat-Nya - i made it when i completing these test

#PecintaSajak

#1 Benci Sesak dan peluh di dada Sesal dan lelah di hati dan dendam yang semakin menggebu. Benci dan emosi betumpu di satu jiwa Larut sudah semua ambisi jiwa Sebuah rahasia yang tersirat di bait ini terungkap karena kebusukan mulut seorang Bentang kepercayaan t'lah runtuh secara tragis Dihancurkan badai kemunafikan seorang kawan Bosanku di tengah kepura-puraan Sesal yang mendalam seakan mengutukku dari seorang kawan yang berwajah palsu kata maaf pun segan terucapkan tiada sedikit pun rasa penyesalan - 2015 - #2 Dibalik Kata Cinta Sejuta tawa, sejuta tangis Dari mata turun ke hati Berawal manis, berakhir tragis Menjanjikan harapan yang tak pasti Cinta akan datang lalu pergi Takkan kembali sampai kau mencari Ratusan dusta menyelimuti cinta Akankah berakhir bahagia? Yang kau dambakan takkan ada Yang kau rindukan hilang entah kemana Hanya derita yang kau terima dan omong kosong yang tak berguna Apalah arti penantian ber...

My Impressions of being the Speaker

1st impression of being the speaker when i was grade 2 in Primary School, my teacher told me to make a poem about teacher and read my poem in front of the class in loud voice. I felt embarrassed and scared cause all of my friends seeing me. At the first, i felt like i couldn't speak. But if you speak in front of audiences and you feel it, it gonna be the best performance. I swore, i would die if i didn't feel my poem. At the end, i could show off my best effort. All of my friends are clapping their hands. And that was my first experience being speaker. 2nd impression of being the speaker when i was grade 4 in Primary School, i always join an story telling competition. And, you must be speak in English. I swore, i gave up. But my teacher motivated me, she said "heyy, show them who you are, it's okay if you lose, because you're still the best story teller in this school, fighting!" Since that time, i would believe myselft that i'm the best, so i tried re...