Langsung ke konten utama

#PecintaSajak9 : Batas yang Nyata

Surat kabar,


Cinta itu yang kita rasa
bila bungkam sungguh merana
Lihat langit yang disana
begitu indah jika dipandang
seindah matanya yang memandang
Rumput berdiri menyapa
Angin membelai mesra
Ritme jantung semakin kilat
Kepada siapa hati ini berkiblat?
Bagaikan bulan dan surya
mereka berbeda,
mustahil untuk bersama
namun, mereka ada
pada ukiran langit yang sama.

Semua karena batas yang nyata
antara ketidakwarasan ku
dengan senyuman mu,
antara iman ku dan iman mu,
hingga melahirkan dua pilihan
yang mungkin tak ada jawaban
ketika hati ingin mengalah
namun, egois tak mau kalah

Mengaggumi mu tanpa syarat
dan air mata bercerita tanpa isyarat
hanya doa yang kupanjatkan
kepada yang didambakan.
Melihat hujan tanpa henti
pertanda cinta tak nyata lagi.
Mungkin cukup menjaga hati
meski yang kulihat kini,
kau jauh seberang disana
karena batas antara kita.


- Pavita Rara, 5 hari sebelum beranjak 17 tahun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Does your friend actually live near you?

Half of people feel proud of themselves just beacuse they have a lot of friends. They think that 'their friends' can fill their daily life with joyness. Half people call their friends as their family, or maybe more priority than their family. They think that their friends are same as treasure. You call them as your best listener, best motivator, best advicer, etc. Do you ever think that 'your friends' actually live near you? i don't mean to talk about where're your friends live, but i talk about where're your friends when you're really need them? Do you ever feel that your friends just take an advantage of your kindness? or just take a benefit when they're near you? maybe now, you don't feel it, but maybe later when they have 'a new target who can give a lot of benefits'. I think your friends are the greatest hider of their beast side. Yup, some of you won't be know that 'some of your fellows' are just take a benefit from you....

#PecintaSajak7 : Firasat

#7 Firasat hadir dalam rasa Dan rasa menimbulkan asa Akankah keraguan menemaninya? Haruskah saya mengejarnya? Ada hati memilih mengalah Namun ego tak mau kalah Firasat lahir dalam resah Fase yang menuntunku menyerah Andaikan hati tak kenal lelah 'Kan sanggup tergapai Kini, hanya mampu meratapi Kepergiannya yang tak membawa benih Namun, harus siap dengan realita Apabila takdir tak bahagia

#StopInsecureMulaiBersyukur

KAMU MENARIK, STOP MELIRIK HIDUP ORANG LAIN P roblematika remaja jaman sekarang adalah minimnya rasa memahami, menerima, dan menyayangi diri sendiri. Apalagi, remaja adalah masa transisi antara sikap kekanak-kanakan menuju sikap pendewasaan, wajar apabila pemikiran remaja terhadap lingkungan sekitar dan diri sendirinya masih ½ matang. Ditambah lagi, biasanya pada usia remaja mulai ada perkembangan fisik dan emosional, serta sering bersentuhan dengan lingkungan sosial di sekitarnya, seperti di sekolah, keluarga, bahkan masyarakat. Remaja biasanya mulai memiliki kecemasan atau kekhawatiran tertentu apabila mereka tidak mampu memenuhi tuntutan sosial yang sebenarnya tidak diwajibkan untuk dipenuhi, misalnya seorang remaja dituntut untuk memiliki bakat agar dapat ditampilkan di acara pentas seni, maka respon yang biasanya dilakukan oleh remaja yang ‘merasa’ tidak memiliki bakat apapun akan minder bahkan tidak percaya diri dengan saingannya. Padahal, kemampuannya bisa diasah jika ia mau, ni...