Langsung ke konten utama

#PecintaSajak6 : Pengagum Rahasia

Aku, si pengagum rahasia
lihai memendam rasa,
pandai menyangkal rasa,
dengan keahlian berdebat kata.
Kagumku yang mengundang sengketa
perihal antara pergi atau bertahan
namun enggan 'tuk menyatakan.
Kalimatnya cukup manis 'tuk dirasa
nyaris menewaskan indera perasa
yang mudah luluh tanpa waspada
hingga jatuh ke permainan rasa.

Mengagumi tanpa alasan yang rupa
Memerhatikan tanpa ragu yang ada
Membahagiakan tanpa hak yang berlaku,
seakan-akan kamu adalah milikku,
adalah keegoisan terbesarku.

Hati yang rentan dipatahkan
teralih pada suatu perhatian
yang kelanjutannya dipertanyakan
akankah tetap memperjuangkan?
Hati yang sering terkilir luka
meratapi nasib disaat suka
merasa hidup adalah drama
dan kita pemeran utamanya,
yang dapat terganti oleh lain wanita.

Aku, si pengagum di balik tirai
yang terjebak dalam zona basa-basi
yang pasrah dengan kemungkinan 'pasti'
karena semesta yang tidak merestui.
Layaknya berlari tanpa batas
maaf jika rasa ini tak terbatas
walau 'kan sia-sia di akhir,
ini membuatku makin mahir,
dalam menyembunyikan rasa
seperti putri bertopeng dua,
yang cerdik merangkai kata,
untuk menyangkal sebuah rasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#PecintaSajak

#1 Benci Sesak dan peluh di dada Sesal dan lelah di hati dan dendam yang semakin menggebu. Benci dan emosi betumpu di satu jiwa Larut sudah semua ambisi jiwa Sebuah rahasia yang tersirat di bait ini terungkap karena kebusukan mulut seorang Bentang kepercayaan t'lah runtuh secara tragis Dihancurkan badai kemunafikan seorang kawan Bosanku di tengah kepura-puraan Sesal yang mendalam seakan mengutukku dari seorang kawan yang berwajah palsu kata maaf pun segan terucapkan tiada sedikit pun rasa penyesalan - 2015 - #2 Dibalik Kata Cinta Sejuta tawa, sejuta tangis Dari mata turun ke hati Berawal manis, berakhir tragis Menjanjikan harapan yang tak pasti Cinta akan datang lalu pergi Takkan kembali sampai kau mencari Ratusan dusta menyelimuti cinta Akankah berakhir bahagia? Yang kau dambakan takkan ada Yang kau rindukan hilang entah kemana Hanya derita yang kau terima dan omong kosong yang tak berguna Apalah arti penantian ber...

#StopInsecureMulaiBersyukur

KAMU MENARIK, STOP MELIRIK HIDUP ORANG LAIN P roblematika remaja jaman sekarang adalah minimnya rasa memahami, menerima, dan menyayangi diri sendiri. Apalagi, remaja adalah masa transisi antara sikap kekanak-kanakan menuju sikap pendewasaan, wajar apabila pemikiran remaja terhadap lingkungan sekitar dan diri sendirinya masih ½ matang. Ditambah lagi, biasanya pada usia remaja mulai ada perkembangan fisik dan emosional, serta sering bersentuhan dengan lingkungan sosial di sekitarnya, seperti di sekolah, keluarga, bahkan masyarakat. Remaja biasanya mulai memiliki kecemasan atau kekhawatiran tertentu apabila mereka tidak mampu memenuhi tuntutan sosial yang sebenarnya tidak diwajibkan untuk dipenuhi, misalnya seorang remaja dituntut untuk memiliki bakat agar dapat ditampilkan di acara pentas seni, maka respon yang biasanya dilakukan oleh remaja yang ‘merasa’ tidak memiliki bakat apapun akan minder bahkan tidak percaya diri dengan saingannya. Padahal, kemampuannya bisa diasah jika ia mau, ni...

#PecintaSajak5 : Revolusi Mental

Tangerang Selatan, Sabtu, 23 Desember 2017 Pk. 09.57 WIB Hidup manusia terikat ruang dan waktu Waktu yang terus melangkah maju dan ruang sebagai saksi bisu. Dalam konteks kehidupan manusia Perkembangan dan perubahan pasti ada Mulai dari aspek sosial-budaya bahkan nilai dan norma. Inilah tradisi dunia Yang semakin keras tampaknya   Hingga tercipta sosialisasi yang tak sempurna karena kurang pendidikan norma dan komunikasi yang tak semestinya Hingga mempengaruhi tiap kepribadian agar terlepas dari zona aturan. Karakter, tak dinilai dari tingkat kecerdasan bahkan tingkat kasta tiap keturunan Orang cerdas tak terbatas jumlahnya Orang berkarakter cukup langka kehadirannya Tak hanya teknologi dan sumber daya pendidikan moral pun juga langka nyatanya Selain itu, kesenjangan sosial akibat penyimpangan perilaku sosial Karena perilaku yang saling merendahkan dan tingkat ekonomi yang diperdebatkan Padahal kita pun sebatas tanah di mata Tuhan. Tiap negara but...